Jaga Usus Agar Tubuh Sehat

ilustrasi penyakit ususUsus adalah pintu gerbang bagi tubuh kita. Apa yang kita konsumsi itulah yang akan diterima dan diserap oleh tubuh. Meski tubuh kita dapat menyaring senyawa-senyawa yang baik dan menyingkirkan yang tidak baik, namun jika terlalu sering dengan makanan yang tidak sehat, maka tubuh akan kelelahan untuk melakukan kerjanya sehingga berdampak pada kesehatan usus itu sendiri.

Namun kalau usus yang sehat akan membuat organ tubuh berjalan sesuai fungsinya. Tapi jika terjadi gangguan, perut akan terasa tidak nyaman mulai dari kembung, nyeri atau sembelit. Oleh karena itu, untuk memiliki usus yang sehat, kita harus menghindari makanan yang bisa mendorong pertumbuhan bakteri jahat. Pilihlah makanan-makanan yang tepat sesuai kebutuhan usus demi menjaga keberlangsungannya yang baik.

> Makanan Mengandung Probiotik
Probiotik merupakan bakteri baik yang umumnya terdapat pada makanan fermentasi dan suplemen. Bakteri ini bisa menambah jumlah bakteri baik lainnya di dalam usus. Salah satu jenis probiotik adalah Bifidobacteria dan biasanya paling banyak terkandung dalam yoghurt. Bakteri ini melepaskan senyawa kimia yang akan menciptakan habitat asam, yang tidak bisa ditembus bakteri jahat.

Selain itu ada juga Lactobacillus yang tidak hanya menjaga kesehatan usus tapi juga meningkatkan mood positif. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Gastroenterology’ menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 125 gram yoghurt dua kali sehari selama empat minggu, otaknya menjadi lebih tenang saat dihadapkan dengan situasi yang buruk.

Screen Shot 2015-05-08 at 7.10.02 AM> Makan Banyak Prebiotik
Jika probiotik adalah bakterinya, maka prebiotik merupakan makanan bagi bakteri baik. Apa saja makanan yang tepat untuk bakteri baik? Perbanyaklah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, nasi merah, juga sayur-sayuran seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang dan asparagus. Memperbanyak konsumsi prebiotik telah terbukti secara ilmiah bisa mengurangi berbagai gangguan pada usus, mengurangi reaksi alergi seperti kemerahan pada kulit juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

> Hindari Makanan Berlemak Tinggi
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap tikus, makanan berlemak tinggi bisa merusak dinding usus sehingga memudahkan senyawa kimia berbahaya dan bakteri jahat untuk masuk ke dalam pembuluh darah. Ketika bakteri jahat memasuki pembuluh darah, bisa berpotensi menimbulkan peradangan pada jaringan di sekitarnya.

Terlebih lagi, menurut Rob Knight yang seorang professor kimia dan biokimia di University of Colorado, beberapa jenis lemak bisa meningkatkan populasi bakteri jahat. Maka dari itu batasi asupan lemak Anda dan konsumsi jenis lemak sehat seperti lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda dan sedikit lemak jenuh.

Tapi jika kita tidak bisa menghindari dan dapat memenuhi makanan-makanan seperti itu, makan rajin-rajinlah minum Dtozym sebagai solusi untuk melunturkan lemak dalam usus, menguras kotoran serta memperbaiki pencernaan dengan meningkatkan bakteri-bakteri jahat. Sebab dalam Dtozym mengandung probiotik yang memang dibutuhkan oleh usus kita. (dinukil dari detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *